Website Iklan Tayang Selamanya
Promo spesial hari ini posting iklan di situs web Iklan Sumatera Utara murah sekali
setidaknya satu iklan Anda harus ada di Iklan Sumatera Utara unikbaca.com ini, agar
pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda, posting di Iklan Sumatera Utara murah
🎁 Hari ini sebar iklan massal murah ke 1.050 web! DISKON!

Tampilkan postingan dengan label Agama Islam. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Pengertian Iman Kepada Rasul, Dalil, Hikmah dan Fungsi Iman Kepada Rasul Allah Lengkap

Iman berasal dari bahasa Arab yang berarti percaya, Iman berarti meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan mengerjakan dengan perbuatan. Secara istilah, pengertian Iman Kepada Rasul Allah berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Rasul itu benar-benar utusan Allah yang ditugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat. Iman Kepada Rasul Allah merupakan rukun iman yang ke-4.
Perbedaan Nabi dan Rasul, Rasul adalah manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah untuk dirinya sendiri dan mempunyai kewajiban untuk menyampaikan wahyu yang diberi Allah untuk umatnya. Sedangkan, Nabi adalah manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah untuk dirinya sendiri tapi tidak wajib menyampaikannya kepada umatnya. Sehingga seorang rasul pasti adalah nabi, tapi nabi belum tentu rasul.

Dalil Naqli Iman Kepada Rasul

QS. Al-An’am Ayat 48

Artinya :
“Dan kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan.Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(QS. Al An’am 6:48).

QS. An-Nisaa Ayat 136

Artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab- Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.” (Q.S. An-Nisa/4:136)

Nama-Nama 25 Nabi dan Sifatnya

1. Adam As
2. Idris As
3. Nuh As
4. Hud As
5. Sholeh As
6. Ibrahim As
7. Luth As
8. Ismail As
9. Ishaq As
10. Yaqub As
11. Yusuf As
12. Ayub As
13. Syu’aib As
14. Musa As
15. Harun As
16. Zulkifli As
17. Daud As
18. Sulaiman As
19. Ilyas As
20. Ilyasa As
21. Yunus As
22. Zakaria As
23. Yahya As
24. Isa As
25. Muhammad Saw
thumbnail

Pengertian Jujur dan Macam - Macam Sifat Jujur Dalam Agama Islam

Jujur merupakan salah satu sifat manusia yang cukup sulit untuk diterapkan. Sifat jujur yang benar-benar jujur biasanya hanya bisa diterapkan oleh orang-orang yang sudah terlatih sejak kecil untuk menegakkan sifat jujur. Tanpa kebiasaan jujur sejak kecil, sifat jujur tidak akan dapat ditegakkan dengan sebenar-benarnya jujur.
Sifat jujur termasuk ke dalam salah satu sifat baik yang dimiliki oleh manusia. Orang yang memiliki sifat jujur merupakan orang berbudi mulia dan yang pasti merupakan orang yang beriman.
Meskipun jujur merupakan sifat dasar manusia, akan tetapi pada kenyataannya masih banyak yang belum memahami makna kata jujur yang sebenarnya. Hal ini terbukti dari masih banyaknya orang-orang yang mencampur adukkan sifat jujur dengan sifat kebohongan yang pada akhirnya mendatangkan berbagai macam malapetaka baik bagi dirinya maupun bagi orang lain yang ada di sekitarnya.
Nah, untuk membantu kita memahami makna kata jujur yang sebenarnya, berikut merupakan rangkuman mengenai definisi kata jujur dapat kita gunakan sebagai sumber referensi :

Definisi dan Pengertian Jujur

Pengertian jujur dilihat dari segi bahasa adalah mengakui, berkata, atau pun memberi suatu informasi yang sesuai dengan apa yang benar-benar terjadi/kenyataan. Dari segi bahasa, jujur dapat disebut juga sebagai antonim atau pun lawan kata bohong yang artinya adalah berkata tau pun memberi informasi yang tidak sesuai dengan kebenaran.
Jika diartikan secara lengkap, maka jujur merupakan sikap seseorang ketika berhadapan dengan sesuatu atau pun fenomena tertentu dan menceritakan kejadian tersebut tanpa ada perubahan/modifikasi sedikit pun atau benar-benar sesuai dengan realita yang terjadi. Sikap jujur merupakan apa yang keluar dari dalam hati nurani setiap manusia dan bukan merupakan apa yang keluar dari hasil pemikiran yang melibatkan otak dan hawa nafsu.

Macam-macam Sifat Jujur dalam Agama Islam

Dalam Agama Islam, setidaknya dikenal lima jenis sifat jujur yang harus dimiliki oleh penganutnya, yaitu :
  1. Shidq Al – Qalbi
Shidq Al – Qalbi merupakan sifat jujur yang penerapannya ada pada niat seorang manusia.
  1. Shidq Al – Hadits
Shidq Al – Hadits merupakan sifat jujur yang penerapannya ada pada perkataan yang diucapkan oleh manusia.
  1. Shidq Al – Amal
Shidq Al – Amal merupakan sifat jujur yang penerapannya ada pada aktivitas dan perbuatan manusia.
  1. Shidq Al – Wa’d
Shidq Al – Wa’d merupakan sifat jujur yang penerapannya ada pada janji yang diucapkan oleh manusia.
  1. Shidq Al – Hall
Shidq Al – Hall merupakan sifat jujur yang penerapannya ada pada kenyataan yang terjadi dalam hidup manusia.

Demikianlah tulisan mengenai pengertian jujur yang dapat kami sampaikan kepada Anda. Semoga bermanfaat ya!
thumbnail

Pengertian I’tikaf, Jenis, Waktu, Syarat, Rukun dan Niat I’tikaf Terlengkap

I’tikaf atau Itikaf, iktikaf, iqtikaf, i’tiqaf, itiqaf berasal dari bahasa Arab yaitu Akafa yang berarti menetap, mengurung diri atau terhalangi.
Lebih jelasnya, dalam islam pengertian I’tikaf adalah berdiam diri dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatannya dan orang yang melakukan iktikaf disebut dengan Mutakif.

Jenis-Jenis I’tikaf

a. Iktikaf Sunnat
Iktikaf sunnat adalah iktikaf yang dilakukan secara sukarela semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengharapkan ridha Allah SWT, contohnya seperti iktikaf 10 hari terakhir pada bulan Ramadan.
b. Iktikaf Wajib
Iktikaf wajib adalah iktikaf yang dikarenakan bernazar (janji), contohnya seperti: Jika Allah SWT menyembuhkan penyakitku ini, maka aku akan beriktikaf.

Waktu I’tikaf

Waktu i’tikaf pada dasarnya tergantung pada jenis i’tikaf yang akan dilakukan. Iktikaf wajib tergantung pada berapa lama waktu yang dinazarkan, sedangkan iktikaf sunat tidak ada batasan waktu tertentu, kapan saja pada malam atau siang hari, waktunya boleh lama atau singkat.
Ya’la bin Umayyah berkata: “Sesungguhnya aku berdiam satu jam di masjid tak lain hanya untuk beriktikaf.”

Syarat-Syarat I’tikaf

Orang yang beri’tikaf harus memenuhi syarat-syarat berikut ini, diantaranya:
  • Muslim
  • Niat
  • Baligh/Berakal
  • Suci dari hadats (junub), haid dan nifas
  • Dilakukan di dalam masjid
Jadi, jika bukan muslim, anak-anak yang belum dewasa, orang yang terganggu kewarasannya, orang yang dalam keadaan junub, wanita dalam masa haid dan nifas tidak sah melakukan iktikaf.

Rukun Iktikaf

Adapun rukun iktikaf yaitu:
a. Niat
b. Berdiam di masjid (QS. Al Baqarah : 187)
Ada 2 (dua) pendapat ulama tentang masjid tempat iktikaf.
Sebahagian ulama membolehkan melakukan iktikaf di setiap masjid yang digunakan untuk salat berjamaah lima waktu. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari seringnya keluar masjid dan untuk menjaga pelaksanaan salat jamaah setiap waktu.
Sebagian ulama lain, mensyaratkan agar iktikaf dilakukan di masjid yang digunakan untuk shalat jum’at, sehingga orang yang beriktikaf tidak perlu meninggalkan tempat iktikafnya menuju masjid lain untuk salat Jumat.
Pendapat ini dikuatkan oleh para ulama Syafi’iyah bahwa yang utama yakni iktikaf di masjid jami’, karena Rasulullah saw iktikaf di masjid jami’. Lebih utama di tiga masjid; Masjid al-Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al-Aqsa.

Doa Niat I’tikaf

نَوَيْتُ اَنْ اِعْتِكَفَ فِى هَذَا المَسْجِدِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Artinya: “saya niat (melaksanakan) I’tikaf di masjid, sunah karena Allah Ta’ala”

Hal Yang Diperbolehkan Bagi Mutakif

Adapun hal yang boleh dilakukan oleh mutakif atau orang yang beriktikaf yaitu:
  • Keluar dari tempat iktikaf untuk mengantar istri, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw terhadap istrinya Sofiyah ra. (HR. Riwayat Bukhari dan Muslim)
  • Menyisir atau mencukur rambut, memotong kuku, membersihkan tubuh dari kotoran dan bau badan.
  • Keluar untuk keperluan yang harus dipenuhi, seperti buang air besar dan kecil, makan, minum (jika tidak ada yang mengantarkan), dan segala sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di masjid, namun ia harus segera kembali setelah menyelesaikan keperluannya .
  • Makan, minum, dan tidur di masjid dengan senantiasa menjaga kesucian dan kebersihan masjid.
  • Menemui tamu di masjid untuk hal yang diperbolehkan agama

Hal Yang Membatalkan Iktikaf

Adapun hal-hal yang dapat membatalkan iktikaf yaitu:
  • Meninggalkan masjid dengan sengaja tanpa keperluan yang dikecualikan walaupun sebentar.
  • Murtad (keluar dari agama Islam).
  • Hilangnya akal, karena gila atau mabuk.
  • Haid atau nifas.
  • Bersetubuh dengan istri, namun memegang tanpa syahwat, tidak apa-apa sebagaimana yang dilakukan Nabi dengan istri-istrinya.
  • Pergi salat Jumat (bagi mereka yang membolehkan iktikaf di surau yang tidak digunakan untuk salat Jumat).
thumbnail

Pengertian Puasa Serta Macam - Macam Puasa Terlengkap

Arti puasa menurut bahasa adalah menahan diri dari makan ataupun minum. Menurut syariat islam puasa adalah suatu bentuk aktifitas ibadah kepada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak terbit matahari / fajar / subuh hingga matahari terbenam / maghrib dengan berniat terlebih dahulu sebelumnya.
Puasa memiliki fungsi dan manfaat untuk membuat kita menjadi tahan terhadap hawa nafsu, sabar, disiplin, jujur, peduli dengan fakir miskin, selalu bersyukur kepada Allah SWT dan juga untuk membuat tubuh menjadi lebih sehat.


Orang yang diperbolehkan untuk berbuka puasa sebelum waktunya adalah :
- Dalam perjalanan jauh 80,640 km (wajib qodo puasa)
- Sedang sakit dan tidak dapat berpuasa (wajib qodo puasa)
- Sedang hamil atau menyusui (wajib qada puasa dan membayar fidyah)
- Sudah tua renta atau sakit yang tidak sembuh-sembuh (wajib membayar fidyah 3/4 liter beras atau bahan makanan lain) 


Macam-Macam Puasa :

A. Puasa Fardhu


Puasa fardhu adalah puasa yang harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan syariat Islam. Yang termasuk ke dalam puasa fardhu antara lain:


a. Puasa bulan Ramadhan
Puasa dalam bulan Ramadhan dilakukan berdasarkan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an sebagai berikut :
- yâ ayyuhal-ladzîna âmanûkutiba ‘alaykumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alal-ladzîna min qoblikum la’allakum tattaqûn –
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu terhindar dari keburukan rohani dan jasmani (QS. Al Baqarah: 183).
- syahru Romadhônal-ladzî unzila fîhil-qurânu hudal-lin-nâsi wa bayyinâtim-minal-hudân wal-furqôn(i). Faman syahida min(g)kumusy-syahro falyashumh(u). wa man(g) kâna marîdhon aw ‘alâ safari(g) fa’iddatum-min ayyâmin ukhor. Yurîdullohu bikumul-yusro wa lâ yurîdu bikumul-‘usro wa litukmilul-‘iddata walitukabbirulloha ‘alâ mâ hadâkum wa la’allakum tasykurûn -
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqoroh: 185)


b. Puasa Kafarat
Puasa kafarat adalah puasa sebagai penebusan yang dikarenakan pelanggaran terhadap suatu hukum atau kelalaian dalam melaksanakan suatu kewajiban, sehingga mengharuskan seorang mukmin mengerjakannya supaya dosanya dihapuskan, bentuk pelanggaran dengan kafaratnya antara lain :

  1. Apabila seseorang melanggar sumpahnya dan ia tidak mampu memberi makan dan pakaian kepada sepuluh orang miskin atau membebaskan seorang roqobah, maka ia harus melaksanakan puasa selama tiga hari.
  2. Apabila seseorang secara sengaja membunuh seorang mukmin sedang ia tidak sanggup membayar uang darah (tebusan) atau memerdekakan roqobah maka ia harus berpuasa dua bulan berturut-turut (An Nisa: 94).
  3. Apabila dengan sengaja membatalkan puasanya dalam bulan Ramadhan tanpa ada halangan yang telah ditetapkan, ia harus membayar kafarat dengan berpuasa lagi sampai genap 60 hari.
  4. Barangsiapa yang melaksanakan ibadah haji bersama-sama dengan umrah, lalu tidak mendapatkan binatang kurban, maka ia harus melakukan puasa tiga hari di Mekkah dan tujuh hari sesudah ia sampai kembali ke rumah. Demikian pula, apabila dikarenakan suatu mudharat (alasan kesehatan dan sebagainya) maka berpangkas rambut, (tahallul) ia harus berpuasa selama 3 hari.
Menurut Imam Syafi’I, Maliki dan Hanafi:
Orang yang berpuasa berturut-turut karena Kafarat, yang disebabkan berbuka puasa pada bulan Ramadhan, ia tidak boleh berbuka walau hanya satu hari ditengah-tengah 2 (dua) bulan tersebut, karena kalau berbuka berarti ia telah memutuskan kelangsungan yang berturut-turut itu. Apabila ia berbuka, baik karena uzur atau tidak, ia wajib memulai puasa dari awal lagi selama dua bulan berturut-turut.[1]


c. Puasa Nazar
Adalah puasa yang tidak diwajibkan oleh Tuhan, begitu juga tidak disunnahkan oleh Rasulullah saw., melainkan manusia sendiri yang telah menetapkannya bagi dirinya sendiri untuk membersihkan (Tazkiyatun Nafs) atau mengadakan janji pada dirinya sendiri bahwa apabila Tuhan telah menganugerahkan keberhasilan dalam suatu pekerjaan, maka ia akan berpuasa sekian hari. Mengerjakan puasa nazar ini sifatnya wajib. Hari-hari nazar yang ditetapkan apabila tiba, maka berpuasa pada hari-hari tersebut jadi wajib atasnya dan apabila dia pada hari-hari itu sakit atau mengadakan perjalanan maka ia harus mengqadha pada hari-hari lain dan apabila tengah berpuasa nazar batal puasanya maka ia bertanggung jawab mengqadhanya.

B. Puasa Sunnat


Puasa sunnat (nafal) adalah puasa yang apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa. Adapun puasa sunnat itu antara lain :


1. Puasa 6 (enam) hari di bulan Syawal

Bersumber dari Abu Ayyub Anshari r.a. sesungguhnya Rasulallah saw.  bersabda: “ Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan, kemudian dia menyusulkannya dengan berpuasa enam hari pada bulan syawal , maka seakan – akan dia berpuasa selama setahun”.[2]

2. Puasa Tengah bulan (13, 14, 15) dari tiap-tiap bulan Qomariyah
Pada suatu hari ada seorng Arabdusun datang pada Rasulullah saw. dengan membawa kelinci yang telah dipanggang. Ketika daging kelinci itu dihidangkan pada beliau maka beliau saw. hanya menyuruh orang-orang yang ada di sekitar beliau saw. untuk menyantapnya, sedangkan beliau sendiri tidak ikut makan, demikian pula ketika si arab dusun tidak ikut makan, maka beliau saw. bertanya padanya, mengapa engkau tidak ikut makan? Jawabnya “aku sedang puasa tiga hari setiap bulan, maka sebaiknya lakukanlah puasa di hari-hari putih setiap bulan”. “kalau engkau bisa melakukannya puasa tiga hari setiap bulan maka sebaiknya lakukanlah puasa di hari-hari putih yaitu pada hari ke tiga belas, empat belas dan ke lima belas.[3]


3. Puasa hari Senin dan hari Kamis.
Dari Aisyah ra. Nabi saw. memilih puasa hari senin dan hari kamis. (H.R. Turmudzi)[4]


4. Puasa hari Arafah (Tanggal 9 Dzulhijjah atau Haji)
Dari Abu Qatadah, Nabi saw. bersabda: “Puasa hari Arafah itu menghapuskan dosa dua tahun, satu tahun yang tekah lalu  dan satu tahun yang akan datang” (H. R. Muslim)[5]


5. Puasa tanggal 9 dan 10 bulan Muharam.
Dari Salim, dari ayahnya berkata: Nabi saw. bersabda: Hari Asyuro (yakni 10 Muharram) itu jika seseorang menghendaki puasa, maka berpuasalah pada hari itu.[6]


6. Puasa nabi Daud as. (satu hari bepuasa satu hari berbuka)
Bersumber dari Abdullah bin Amar ra. dia berkata : Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya puasa yang paling disukai oleh Allah swt. ialah puasa Nabi Daud as. sembahyang yang paling d sukai oleh Allah ialah sembahyang Nabi Daud as. Dia tidur sampai tengah malam, kemudian melakukan ibadah pada sepertiganya dan sisanya lagi dia gunakan untuk tidur, kembali Nabi Daud berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari.”[7]
Mengenai masalah puasa Daud ini, apabila selang hari puasa tersebut masuk pada hari Jum’at atau dengan kata lain masuk puasa pada hari Jum’at, hal ini dibolehkan. Karena yang dimakruhkan adalah berpuasa pada satu hari Jum’at yang telah direncanakan hanya pada hari itu saja.


7. Puasa bulan Rajab, Sya’ban dan pada bulan-bulan suci
Dari Aisyah r.a berkata: Rasulullah saw. berpuasa sehingga kami mengatakan: beliau tidak berbuka. Dan beliau berbuka sehingga kami mengatakan: beliau tidak berpuasa. Saya tidaklah melihat Rasulullah saw. menyempurnakan puasa sebulan kecuali Ramadhan. Dan saya tidak melihat beliau berpuasa lebih banyak daripada puasa di bulan Sya’ban.[8]

C. Puasa Makruh


Menurut fiqih 4 (empat) mazhab, puasa makruh itu antara lain :


1. Puasa pada hari Jumat secara tersendiri
Berpuasa pada hari Jumat hukumnya makruh apabila puasa itu dilakukan secara mandiri. Artinya, hanya mengkhususkan hari Jumat saja untuk berpuasa.
Dari Abu Hurairah ra. berkata: “Saya mendengar Nabi saw. bersabda: “Janganlah kamu berpuasa pada hari Jum’at, melainkan bersama satu hari sebelumnya atau sesudahnya.” [9]


2. Puasa sehari atau dua hari sebelum bulan Ramadhan
Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi saw. beliau bersabda: “Janganlah salah seorang dari kamu mendahului bulan Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali seseorang yang biasa berpuasa, maka berpuasalah hari itu.”[10]


3. Puasa pada hari syak (meragukan) 
Dari Shilah bin Zufar berkata: Kami berada di sisi Amar pada hari yang diragukan Ramadhan-nya, lalu didatangkan seekor kambing, maka sebagian kaum menjauh. Maka ‘Ammar berkata: Barangsiapa yang berpuasa hari ini maka berarti dia mendurhakai Abal Qasim saw.[11]

D. Puasa Haram


Puasa haram adalah puasa yang dilarang dalam agama Islam. Puasa yang diharamkan. Puasa-puasa tersebut antara lain: 


a. Puasa pada dua hari raya
Dari Abu Ubaid hamba ibnu Azhar berkata: Saya menyaksikan hari raya (yakni mengikuti shalat Ied) bersama Umar bin Khattab r.a, lalu beliau berkata:”Ini adalah dua hari yang dilarang oleh Rasulullah saw. Untuk mengerjakan puasa, yaitu hari kamu semua berbuka dari puasamu (1 Syawwal) dan hari yang lain yang kamu semua makan pada hari itu, yaitu ibadah hajimu.[12](Shahih Bukhari, jilid III, No.1901)


b.  Puasa seorang wanita tanpa izin suami
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. bersabda: “Tidak boleh seorang wanita berpuasa sedangkan suaminya ada di rumah, di suatu hari selain bulan Ramadhan, kecuali mendapat izin suaminya.”[13](Sunan Ibnu Majah, jilid II, No.1761)
thumbnail

Pengertian Hari Kiamat, Tanda - Tanda / Ciri Dan Macam / Jenis Kiamat (Hari Akhir / Akhir Zaman)

A. Pengertian / Arti Definisi Hari Kiamat (Hari Akhir)

Hari Kiamat adalah peristiwa di mana alam semesta beserta isinya hancur luluh yang membunuh semua makhluk di dalamnya tanpa terkecuali. Hari kiamat ditandai dengan bunyi terompet sangkakala oleh Malaikan Israfil atas perintah dari Allah SWT.

Setelah semua makhuk yang hidup mati maka Allah SWT akan membali memerintahkan Malaikat Israfil untuk meniup terompet untuk yang kedua kali guna membangunkan orang semua yang telah mati untuk bangkit kembali mulai dari manusia pertama zaman Nabi Adam hingga manusia yang terakhir saat kiamat tiba untuk melaksanakan hari pembalasan.

B. Macam-Macam / Jenis-Jenis Kiamat

Kiamat ada dua macam, yakni :

1. Kiamat Sughra/Sughro (Kiamat Kecil)

Kiamat Sughra adalah kiamat kecil yang sering terjadi dalam kehidupan manusia yaitu kematian. Setelah mati roh seseorang akan berada di alam barzah atau alam kubur yang merupakan alam antara dunia dan akhirat.

Kiamat sughra sudah sering terjadi dan bersifat umum atau biasa terjadi di lingkungan sekitar kita yang merupakan suatu teguran Allah SWT pada manusia yang masih hidup untuk kembali ke jalan yang lurus dengan taubat.

2. Kiamat Kubra/Kubro (Kiamat Besar)

Kiamat kubra adalah kiamat yang mengakhiri kehidupan di dunia ini karena hancurnya alam semesta beserta isinya. Setelah kiamat besar maka manusia akan menjalani alam setelah alam barzah / alam kubur. 

Kiamat kubra akan terjadi satu kali dan itu belum pernah terjadi dengan kejadian yang benar-benar luar biasa di luar bayangan manusia dengan tanda-tanda yang jelas dan pada saat itu segala amal perbuatan tidak akan diterima karena telah tertutup rapat.

C. Tanda-Tanda Hari Kiamat Akan Tiba

Kapan akan datang hari kiamat, tidak seorang pun tahu termasuk Nabi Muhammad SAW. Namun kita dapat mengetahuinya dengan memperhatikan tanda-tanda di mana hari kiamat akan datang, yaitu antara lain :

1. Asap di Timur dan Barat
2. Munculnya Dajjal
3. Muncul binatang melata di bumi (Dabatul Ard)
4. Terbit matahari sebelah barat
5. Turunnya Nabi Isa AS
6. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
7. Gerhana di timur
8. Gerhana di barat
9. Gerhana di jazirah Arab
10.Keluarnya api dari kota Yaman yang menghalau manusia ke tempat pengiringannya

Tambahan :
Persiapkan diri kita sebaik mungkin untuk menghadapi kiamat kecil dan kiamat besar karena itu pasti akan terjadi. Jadilah orang yang beriman dan bertakwa untuk selamat dari siksa neraka dan mendapat surga dari Allah SWT.
thumbnail

Pengertian Hadits Beserta Jenis - Jenisnya

Hadits merupakan salah satu panduan yang digunakan oleh umat Islam dalam melaksanakan berbagai macam aktivitas baik yang berkaitan dengan urusan dunia maupun aktivitas yang berkaitan dengan urusan akhirat. Hadits merupakan sumber hukum agama Islam yang kedua setelah kitab suci Al – Qur’an. Jika suatu perkara tidak dijelaskan di dalam Al – Qur’an, maka umat Islam akan menggunakan sumber yang kedua yaitu Hadits.

Definisi dan Pengertian Hadits

Istilah hadits pada dasarnya berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata “Al-hadits” yang artinya adalah perkataan, percakapan atau pun berbicara. Jika diartikan dari kata dasarnya, maka pengertian hadits adalah setiap tulisan yang berasal dari perkataan atau pun percakapan Rasulullah Muhammad SAW. Dalam terminologi agama Islam sendiri, dijelaskan bahwa hadits merupakan setiap tulisan yang melaporkan atau pun mencatat seluruh perkataan, perbuatan dan tingkah laku Nabi Muhammad SAW.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, hadits merupakan salah satu panduan yang dipakai oleh umat islam dalam melaksanakan aktivitas atau pun mengambil tindakan.

Jenis – jenis Hadits

Jenis – jenis hadits dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa kategori, yaitu :
Berdasarkan Keutuhan Rantai Sanad
Berdasarkan tingkat keutuhan rantai Sanadnya, hadits dapat digolongkan ke dalam 6 jenis, yaitu :
Hadits Mursal – Merupakan hadits yang penutur satunya tidak dijumpaik secara langsung.
Hadits Munqathi’ – Merupakan hadits yang putus pada salah satu atau pun dua penutur.
Hadits Mu’dlal – Merupakan hadits yang terputus pada dua generasi penutur secara berturut – turut.
Hadits Mu’allaq – Merupakan hadits yang terputus sebanyak 5 penutur, dimulai dari penutur pertama secara berturut – turut.
Hadits Mudallas – Merupakan hadits yang tidak tegas disampaikan secara langsung kepada penutur.
Hadits Musnad – Merupakan hadits yang penuturnya paling jelas dan tidak terpotong sama sekali.
Berdasarkan Jumlah Penutur
Berdasarkan Jumlah penuturnya, hadits dapat dikelompokkan ke dalam 2 jenis hadits, yaitu :
Hadits Mutawatir – Merupakan hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang yang sudah sepakat untuk saling mempercayai.
Hadits Ahad – Merupakan hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang yang belum mencapai tingkatan mutawatir. Hadits Ahad sendiri dapat dikelompokkan ke dalam tida macam hadits yaitu Gharib, Aziz, dan Mansyur.
Berdasarkan Tingkat Keaslian Hadits
Berdasarkan tingkat keasliannya, hadits dapat dibagi menjadi 4 macam hadits, yaitu :
Hadits Sahih – Merupakan hadits yang sanadnya bersambung, paling diakui tingkat keasliannya dan paling banyak diterima oleh kelompok ulamah.
Hadits Hasan – Merupakan hadits yang sanadnya bersambung, namun diriwayatkan oleh rawi yang tidak sempurna ingatannya.
Hadits Dhaif – Merupakan hadits yang sanadnya tidak bersambung atau pun diriwayatkan oleh rawi yang tidak kuat ingatannya / tidak adil.
Hadits Maudlu’ – Merupakan hadits yang dicurigai palsu atau pun karangan manusia.

Demikian artikel tentang Pengertian Hadits Beserta Jenis - Jenisnya, semoga bermanfaat
thumbnail

Pengertian Tasawuf Menurut Pendapat Tokoh Tokoh Agama

Tasawuf merupakan salah satu istilah yang digunakan dalam agama Islam. Istilah ini merupakan istilah yang menggambarkan ilmu pengetahuan yang cenderung lebih mementingkan akhirat dibandingkan dengan dunia.

Istilah tasawuf yang sering juga disebut dengan istilah sufi memang sangat jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari – hari. Meskipun begitu, sebagai umat manusia yang terus belajar, sudah sepatutnya kita mengetahui arti atau pun makna istilah tasawuf.
Untuk membantu kita dalam memahami pengertian kata tasawuf, berikut merupakan beberapa pendapat ahli dan juga Tokoh Agama Islam mengenai arti kata tasawuf :

Beberapa Pengertian Tasawuf

Menurut Wikipedia, pengertian tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihkan akhlaq, membangun dhahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi.
Selain pengertian di atas, berikut merupakan beberapa pendapat yang coba diungkapkan ulamah mengenai ilmu tasawuf :
Mr. G. B. J Hiltermann & Prof. Dr. P. Van De Woestijne
Menurut mereka, tasawuf merupakan paham mistik dalam agama Islam sebagaimana Taoisme di Tiongkok dan Yoga di India. Tasawuf juga dapat digolongkan ke dalam dunia asketis – mistis dalam ajaran Islam.
Dr. C. B. Van Haeringen
Menurut Dr. C. B. Van haeringen, pengertian tasawuf adalah aliran kerohanian mistik (mystiek geestroming) dalam agama Islam.
J. Kramers Jz
Menurut J. Kramers Jz, tasawuf merupakan ajaran mistik yang dianut oleh sekelompok kepercayaan di timur terutama daerah sekitar Persi dan India yang mengajarkan bahwa setiap yang ada di dunia merupakan sesuatu yang khayali, manusia dianggap sebagai pancaran dari Tuhan dan sudah seharusnya selalu berusaha untuk kembali bersatu dengan Tuhan.
Prof. Dr. H. Abubakar Aceh
Menurut Prof. Dr. H. Abubakar Aceh, tasawuf merupakan aliran mistik yang pada awalnya berasal dari berbagai aliran mistik Masehi, Persi, Platonisme, dan India yang secara perlahan – lahan mempengaruhi aliran – alirah / ajaran – ajaran yang ada di dalam agama Islam.
Amien Jaiz
Menurut MH. Amien Jaiz, paham tasawuf pada dasarnya berasal dari dua unsur yaitu yang pertama dari unsur perasaan kebatinan yang terdapat pada orang Islam di awal perkembangan ajaran agama Islam, dan yang kedua adalah unsur adat atau pun kebiasaan orang Islam baru yang berasal dari ajaran – ajaran agama / kepercayaan lainnya yang sudah ada / dianut sebelumya.
thumbnail

Pengertian Tawakal Kepada Allah SWT

Banyak orang yang bertawakal namun kebanyakan mereka tidak tahu pengertian Tawakal yang sebenarnya, tawakal berasal dari bahasa arab at tawakul yang di bentuk dari kata wakala, artinya menyerahkan, mempercayai, atau mewakilkan, bersandar kepada dinding. Jadi pengertian tawakal secara istilah adalah rasa pasrah hamba kepada allah swt yang di sertai dengan segala daya dan upaya mematuhi, setia dan menunaikan segala pertintahNya. Orang yang mempunyai  sikap tawakal akan senantiasa bersyukur jika mendapatkan suatu keberhasilan dari usahanya. Hal ini karena ia menyadari bahwa keberhasilan itu di dapatkan atas izin dan kehendak Allah. Sementara itu, jika mengalami kegagalan orang yang mempunyai sifat tawakal akan senantiasa merasa ikhlas menerima keadaan tersebut tanpa merasa putus asa dan larut dalam kesedihan karena ia menyadari bahwa segala keputusan allah pastilah terbaik.
Sikap tawakal harus di terapkan dalam kehidupan sehari-hari setiap muslim. Sikap tawakal dalam kehidupan sehari-hari dicapai dengan motivasi sebagai berikut.
  1. Yakin bahwa allah sebagai penguasa alam semesta.
  2. Tahu keutamaan dari sikap tawakal.
  3. Menyadari bahwa manusia banyak kekurangan ( yang sempurna hanyalah Allah ).
Dalam bertawakal hendaknya kita serahkan semuanya kepada allah SWT, hal ini diperintahkan Allah dalam surat al-maidah ayat 23 sebagai berikut :
…. وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ * سورة المائدة 
Artinya : …. “ dan hanya kepada allah hendaknya kamu bertawakal jika kamu benar-benar orang yang beriman.
Pengertian Tawakal – Tawakal HUkumnya Wajib
Dari ayat di atas maka dapat di fahami bahwa tawakal kepada allah swt hukukmnya wajib, mengapa ? semua manusia sebenarnya bertawakal, Cuma tidak seluruhya bertawakal kepada allah. Ada yang bertawakal kepada benda keramat, manusia, dukun, jin dan sebagainya, hal ini yang harus di luruskan.
وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ * سورة هود 
Artinya : dan kepunyaan allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nyalah di kembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakalah kepadaNya . dan sekali-sekali tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.

Pengertian Tawakal Dan Bagaimana Caranya ?

Pengertian tawakal kepada allah atau berserah diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala pada segala hal hendaknya disertai dengan usaha atau ikhtiar. Allah juga memerintahkan kita untuk berusaha. Misalnya, ketika kamu ingin pintar, kamu harus rajin belajar. Kepintaran itu tidak akan datang dengan sendirinya. Bahkan orang yang tadinya pintar jika tidak belajar kemungkinan akan hilang kepintarannya. Kerja keras dan kerja cerdas merupakan komponen penting dalam meraih kesuksesan atau kemenangan. Yang harus kita yakini adalah bahwa dalam setiap kemenangan atau kesuksesan dalam bisnis, sekolah, karir pasti di dalamnya terdapat pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala. Islam mengajarkan kita untuk menyertakan prinsip – prinsip tawakal dalam proses pencapaian cita – cita. Sebuah aktivitas bisa di kategorikan menggunakan prinsip tawakal apabila terdapat 4 unsur, yaitu sebagai berikut :
1. Mujahadah, artinya sungguh sungguh dalam melakukan suatu pekerjaan, artinya tidak asal asalan. Contohnya, sebagai pelajar, belajarlah sungguh sungguh agat dapat memperoleh prestasi yang baik.
2. Doa, artinya walaupun kita sudah melakukan upaya mujahadah (sungguh sungguh) kita pun harus tetap berdoa memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala
3. Syukur, artinya apabila menemukan keberhasilan kita harus mensyukurinya. Prinsip ini perlu kita punya. Jika tidak, kita akan menjadi orang yang sombong atau angkuh (kufur nikmat).
4. Sabar, Artinya tahan uji menghadapi berbagai cobaan termasuk hasil yang tidak memuaskan (kegagalan). Sabar tidak berarti diam dan meratami kegagalan, tetapi sabar adalah instropeksi dan bekerja lebih baik agar kegagalan tidak terulang
Kita ulangi lagi bahwa sebelum tawakal dan berpasrah diri, kita di perintahkan untuk berusaha dan bekerja sekuat tenaga terlebih dahulu karena allah, hanya akan mengubah keadaan suatu kaum ketika mau berusaha membuat perubahan, hal ini tertuang dalam firman allah surat ar-ra’du ayat 11
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ….. * سورة الرعد 
Artinya : …. Sesungguhnya allah tidak akan mengubah suatu kaum samapi mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Contoh-contoh pengertian  tawakal

berikut ini adalah contoh dari  realisasi pengetian tawakal seorang yang sudah mempraktekan sikap tawakal mereka :
  1. Keluarga pak Muhsin akan mengadakan piknik ke Surabaya. Sebelum pergi semua sudah di persiapkan dengan baik, makanan, minuman, obat-obatan, pakaian. Mobil telah di servis dan semuanya sudah siap. Mereka pergi dengan berdoa demi keselamatan perjalanan dan bertawakal.
  2. Ali dan Aisyah akan menghadapi ujian semester, mereka berdua belajar dengan tekun, mengadakan belajar bersama, bahkan ikut bimbingan belajar, dengan harapan nilai baik, ketika ujian tiba mereka mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan tidak lupa berdoa kepada allah swt, setelah mereka berusaha dan berdoa maka mereka bertawakal kepada allah swt.
Dampak postif dari pengertian tawakal yang sebenarnya
  1. Membuat seseorang penuh percaya diri
  2. Menumbuhkan rasa keberanian dalam menghadapi setiap persoalan
  3. Memiliki ketentraman dan ketenangan jiwa
  4. Mendekatkan diri kepada allah dengan senantiasa taat berbakti kepada allah
  5. Mudah bersyukur apa yang diberikan kepada allah swt kepadanya
  6. Menumbukan harapan
Adapun kendala mendapat pengertian tawakal yang sebenarnya adalah :
  1. Tidak tahu kedudukan allah
  2. Condong kepada kekuatan makhluk
  3. Lebih mencintai dunia